BION Studios Memperkuat Cerita Lokal Siap Rilis Film “Ambyar Mak Byar”, “Selepas Tahlil” hingga “Kami (Bukan) Sarjana Kertas” Tayang 2025


Visinema Group resmi meluncurkan BION Studios, sebuah perusahaan film yang berfokus untuk memproduksi konten hyperlocal dan tren yang sedang berkembang di masyarakat guna menangkap ide-ide segar dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Dalam sambutannya, Herry Budiazhari Salim, selaku Group President & CEO of Visinema Studios, menjelaskan bahwa BION Studios hadir untuk memberikan ruang bagi cerita-cerita yang relevan, namun mungkin belum terdengar dan memiliki potensi besar untuk menggugah hati penonton.

Visinema Group (Visinema) memiliki visi untuk menjadi the center of excellence in every form of storytelling in Indonesia. Visinema telah berupaya menunjukkan kemampuan baiknya dalam membangun cerita dan narasi yang engaging dan impactful di berbagai saluran dan platform. Hal ini ditunjukkan melalui kemampuan narasinya, hasil karya yang kreatif, dan produk-produk yang dihasilkannya. Sejalan dengan visi yang dimilikinya, Visinema bertujuan untuk memantapkan posisinya sebagai thought leader dalam industri film & kreatif Indonesia, menetapkan tolak ukur dalam penyampaian cerita kreatif dan pembuatan konten.
Saat ini Visinema telah memiliki Visinema Pictures yang menghadirkan cerita-cerita berkualitas yang ditayangkan di layar lebar dan menjangkau penonton yang lebih luas dengan cerita-cerita yang inovatif dan eksploratif. Kini, sejalan dengan visi yang dimilikinya, Visinema lahirkan BION Studios yang akan akan menghadirkan konten dan cerita hyperlocal di layar bioskop.

Beberapa film yang kami produksi akan tayang di 2025, di antaranya Ambyar Mak Byar, Selepas Tahlil, dan Kami (Bukan) Sarjana Kertas. Setiap film ini membawa cerita yang sangat dekat dengan masyarakat dan mencerminkan tren yang sedang terjadi,” jelas Ajeng. Ia menambahkan bahwa film-film ini dirancang untuk menyajikan konten yang menghibur sekaligus relevan dengan audiens Indonesia yang beragam.
Salah satu film yang dinantikan adalah Ambyar Mak Byar yang dibintangi oleh penyanyi dangdut Happy Asmara. Film ini bercerita tentang Seorang pemuda naif, Jeru (25) ingin memperjuangkan cintanya kepada Bethari (24) dengan cara meraih cita-citanya menjadi band terkenal bersama sahabatnya Rick (27), Aruna (26), Novian (29), dan Wahyu (27) yang tergabung dalam Konco Seneng. Namun keluarga Bethari yang tidak merestui hubungan keduanya tega menyabotase segala usaha yang dilakukan Konco Seneng.

Selain Ambyar Mak Byar, BION Studios juga akan menghadirkan Selepas Tahlil, sebuah film yang diangkat dari IP terkenal dari Lentera Malam dan diperankan oleh Aghniny Haque yang sebelumnya sudah sukses membintangi film-film horor, seperti KKN di Desa Penari, Pemandi Jenazah dan beberapa lainnya.

Film lainnya adalah Kami (Bukan) Sarjana Kertas, sebuah adaptasi dari novel bestseller karya J.S. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Film GJLS: Ibuku Ibu-Ibu Resmi Dirilis, Sebuah Karya Gila Tapi Penuh Hati

Film romance pertama Bulan Sutena ini akan tayang mulai 20 Februari 2025 di bioskop Indonesia.

Press Screening, Conference, dan Gala Premiere untuk film Mendadak Dangdut pada Senin, 22 April 2025 di XXI Epicentrum, Jakarta.